Kampung Betawi Home
 Anak Betawi DataBase
 Berita & Artikel Betawi
 Jakarta : Maju & Damai
 Mengenai AnakBetawi
 EMail AnakBetawi Gratis
  
Nama:
Panggilan:

Nama@AnakBetawi.zzn.com

Login:
Password:

Nama@AnakBetawi.zzn.com

  
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  
 
Menjual Potensi Jakarta
By admin
Wednesday, February 18, 2009 15:00:00 Clicks: 477 Send to a friend Print Version
Menjual Potensi Jakarta

Rabu, 18 Februari 2009 | 15:00 WIB

SEBAGAI sebuah produk, kawasan Kota Tua dan Setu Babakan akan menjadi fokus program 2009-2012 Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta. Pengembangan produk pariwisata tentu tak berhenti pada kawasan tersebut tapi juga menata kembali kegiatan unggulan Jakarta yang sudah terprogram, seperti JIFFEST, Jak Jazz, Jakarta Biennale, dan Jakarta Great Sale.

Pengembangan budaya Betawi—budaya lokal—dengan demikian sudah tentu masuk dalam agenda Disparbud DKI. Kegiatan lain yang bersifat lokal sebut saja Festival Jalan Jaksa dan Festival Kemang juga masuk dalam kegiatan yang bukan hanya ditata, tetapi juga diupayakan agar lebih punya suara. Publikasi dan kolaborasi menjadi sarana terpenting agar sebuah event atau kegiatan punya gaung yang luas.

Kegiatan-kegiatan yang sudah ada selama ini, yang dibuat oleh masyarakat harus kita rangkul. Kita kolaborasikan dengan produk lain, sebab kegiatan seperti Jakarta Biennale, Jakarta Great Sale, itu kan semua masuk dalam daya tarik urban, masuk dalam industri kreatif, papar Kepala Disparbud DKI Jakarta Arie Budhiman kepada Warta Kota, Kamis (6/2).

Semua kegiatan juga harus lebih membuka diri agar publik bisa berinteraksi. Pasalnya, daya tarik yang dibikin bukan untuk dinikmati sendiri tapi untuk publik baik lokal maupun internasional. Oleh karena itu, promosi, publikasi, kerja sama, komunikasi harus lebih intens. Selama ini semua kegiatan jalan sendiri-sendiri. Sekarang kita harus mencari titik temu, mempertemukan gagasan, interes. Selama ini kan ada gap komunikasi, lanjutnya.

Meski Arie sadar bahwa program besar ini tak bisa dicapai seluruhnya dalam waktu tiga tahun, setidaknya harus ada yang berubah menuju peningkatan baik dalam urusan pengembangan produk, sarana prasarana, dan promosi. Setidaknya tercipta jalur yang benar dalam hal menjual potensi Jakarta.

Penggabungan Dinas Pariwisata DKI serta Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI tentu memerlukan kerja yang lebih untuk mengonsolidasikan banyak hal. Makanya secara singkat program yang mendesak adalah percepatan konsolidasi, pengembangan komunikasi dan kerja sama dengan stake holder untuk titik temu, meningkatkan pelayanan publik, serta meningkatkan pengawasan, pengendalian industri kepariwisataan dan kawasan cagar budaya. Untuk pengawasan lingkungan dan kawasan cagar budaya itu kan masuk dalam isu cultural dan eco-tourism, tandas mantan Kabiro Humprot DKI Jakarta ini. *

Pradaningrum Mijarto

Sumber: Kompas.Com
http://www.kompas.com/readkotatua/xml/2009/02/18/
1500316/Menjual.Potensi.Jakarta
 
More Berita & Artikel Jakarta Berita
. Silat Betawi, Ondel-ondel, dan Pendidikan Budaya di Kanisius
. Jalan Kemang Raya Ditutup untuk Festival Betawi
. Buku Ensiklopedia Jakarta Akan Diluncurkan
. Presiden: Kekerasan Itu Mencoreng Negara
. Perajin Aceh Ikut Jakarta Fair
. Monas dan Thamrin Jadi Pusat Kegiatan
. Museum Sejarah Jakarta Gelar Batavia Art Festival
. Kunjungan Wisman ke Museum Fatahillah Meningkat
. Fasilitasi Integrasi Sepeda dan Busway
. Musikal Cinta Dasima untuk Lestarikan Budaya Betawi
 BERITA & ARTIKEL JAKARTA
Silat Betawi, Ondel-ondel, dan Pendidikan Budaya di Kanisius
Jalan Kemang Raya Ditutup untuk Festival Betawi
Buku Ensiklopedia Jakarta Akan Diluncurkan
Perajin Aceh Ikut Jakarta Fair
Presiden: Kekerasan Itu Mencoreng Negara
Monas dan Thamrin Jadi Pusat Kegiatan
Kunjungan Wisman ke Museum Fatahillah Meningkat
Museum Sejarah Jakarta Gelar Batavia Art Festival
 Diskusi Anak Betawi
Latest Post
Latest Response
 Lagu Seri Anak Betawi
  

  
 Chat dan Saran Anda
  


  
 Mengirim Informasi Anda
  
Mengirim Link Anda

Mengirim Berita Anda