Kampung Betawi Home
 Anak Betawi DataBase
 Berita & Artikel Betawi
 Jakarta : Maju & Damai
 Mengenai AnakBetawi
 EMail AnakBetawi Gratis
  
Nama:
Panggilan:

Nama@AnakBetawi.zzn.com

Login:
Password:

Nama@AnakBetawi.zzn.com

  
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  
 
Wayang Golek Betawi Tidak Diperhatikan
By admin
Tuesday, May 12, 2009 17:52:00 Clicks: 355 Send to a friend Print Version
Wayang Golek Betawi Tidak Diperhatikan

Selasa, 12 Mei 2009 | 17:52 WIB

Jakarta, Kompas.com - Wayang golek Betawi kurang memperoleh perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Seniman wayang golek berjuang dengan modal sendiri agar bisa bertahan.

Gabungan lenong Betawi dan wayang golek tidak pernah memperoleh dukungan dana dari Pemprov DKI untuk pengembangan, kata Tizar Purbaya, seniman dan pencipta wayang golek Betawi di Jakarta, Selasa. Tizar yang lebih dari 30 tahun menggeluti seni pewayangan menginginkan, pemerintah melakukan upaya pelestarian terhadap wayang golek Betawi. Pemerintah seharusnya ikut melestarikan kebudayaan asli Indonesia. Jangan kalau sudah mau punah baru pada ribut, katanya.

Pementasan wayang golek Betawi, kata dia, selalu menggunakan biaya sendiri, kecuali diundang oleh pihak penyelenggara. Pemprov DKI seharusnya peka terhadap usaha kami untuk mengenalkan budaya Betawi kepada masyarakat luas melalui wayang, kata Tizar yang pernah pentas di Jepang, Belanda dan beberapa negara di Eropa lainnya.

Ia berharap pemerintah melalui Dinas Pariwisata tidak berpaling dari putra-putra Betawi yang kreatif dan selalu membawa citra baik budaya Betawi. Tizar yang mempunyai 7000 lebih koleksi wayang golek itu mengatakan, wayang Betawi yang dia ciptakan lebih berkarakter bila dibandingkan dengan golek sejenis. Dia menambahkan, wayang golek betawi punya berbagai trik agar terkesan lebih hidup. Misalnya karakter Haji Manong yang bisa merokok dan mengeluarkan asap, atau karakter orang Kompeni yang mengeluarkan darah saat kena senjata tajam. Pokoknya berbeda dengan golek lainnya, kata Tizar.

Dalam pementasan, kata Tizar, ia tidak pernah membawakan kisah Ramayana atau Mahabharata tetapi kisah dari legenda-legenda asli Betawi, seperti Si Jampang, Si Pitung, Si Manis Jembatan Ancol yang lebih dikenal oleh masyarakat Jakarta.

EGP
Sumber : Ant

Sumber: Kompas.Com
http://www.kompas.com/read/xml/2009/05/12/17525924/
wayang.golek.betawi.tidak.diperhatikan
 
More Berita & Artikel Jakarta Berita
. Silat Betawi, Ondel-ondel, dan Pendidikan Budaya di Kanisius
. Jalan Kemang Raya Ditutup untuk Festival Betawi
. Buku Ensiklopedia Jakarta Akan Diluncurkan
. Presiden: Kekerasan Itu Mencoreng Negara
. Perajin Aceh Ikut Jakarta Fair
. Monas dan Thamrin Jadi Pusat Kegiatan
. Museum Sejarah Jakarta Gelar Batavia Art Festival
. Kunjungan Wisman ke Museum Fatahillah Meningkat
. Fasilitasi Integrasi Sepeda dan Busway
. Musikal Cinta Dasima untuk Lestarikan Budaya Betawi
 BERITA & ARTIKEL JAKARTA
Silat Betawi, Ondel-ondel, dan Pendidikan Budaya di Kanisius
Jalan Kemang Raya Ditutup untuk Festival Betawi
Buku Ensiklopedia Jakarta Akan Diluncurkan
Perajin Aceh Ikut Jakarta Fair
Presiden: Kekerasan Itu Mencoreng Negara
Monas dan Thamrin Jadi Pusat Kegiatan
Kunjungan Wisman ke Museum Fatahillah Meningkat
Museum Sejarah Jakarta Gelar Batavia Art Festival
 Diskusi Anak Betawi
Latest Post
Latest Response
 Lagu Seri Anak Betawi
  

  
 Chat dan Saran Anda
  


  
 Mengirim Informasi Anda
  
Mengirim Link Anda

Mengirim Berita Anda