Persija

jkt180

Kapan sepak bola indonesia bisa seperti di eropa atau pun di amerika latin tanpa ada kerusuhan dari suporter karena superter bagian dari persepak bolaan,sangat di sayangkan persija club besar di indonesia tidak bisa membina suporternya sendiri, club ibu kota biasanya di dunia menjadi club yang mencontoh baut club-club lainnya tapi mengapa suporter persija selalu membuat kerusuhan, inilah awal terjadi kerusuhan persija dengan sriwijaya fc ,awal kejadian ketika satu ada satu orang suporter yang menggunakan baju Persija masuk ke dalam lapangan kemudian diamankan. Hal itu sudah memancing para suporter lainnya, namun belum sampai beringas. Tapi kondisi kemudian berubah setelah di menit ke-77 gawang Persija kebobolan. Suporter ketika itu sudah mulai berulah, flare yang menyala dan disusul dengan ledakan mercon pun langsung membuat suporter lain bergerak untuk memasuki lapangan.

Para suporter ini memaksa polisi bergeser dari posisi stewart dan langsung merusak A-board. Suporter lainnya dari sisi Timur pun merangsek masuk memenuhi setel ban. Polisi sempat memukul mundur ke tempat asal mereka (sektor 13) dan itu sempat membuat suasa terkendali sesaat. Sampai akhirnya, ada beberapa suporter yang mencoba mengejar polisi yang berjaga di sektor 13 dan 14 hingga ke pintu Merah. Satu polisi yang tertinggal terlihat dikeroyok oleh para suporter di Pintu Merah. Polisi tersebut menjadi bulan-bulanan pukulan para suporter dengan menggunakan benda keras.

Kondisi chaos yang sama juga terjadi di luar stadion. Terlihat banyak botol minum teh kemasan berserakan di sepanjang lingkar SUGBK. Kondisi itu membuat kedua tim tertahan di dalam stadion cukup lama. Bertanding sejak pukul 21.00 WIB, kedua tim baru bisa keluar dari dalam stadion setelah kondisi aman, sekitar pukul 01.30 dini hari. Pada pukul tersebut, di luar stadion kondisi terlihat sudah mulai mencair, kendati masih ada kumpulan massa di beberapa di putaran GBK.

PT Gelora Trisula Semesta (GTS) sebagai operator kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) memberikan keterangan terkait sanksi dari pemerintah yang menghentikan sementara pelaksanaan kompetisi sepak bola itu. CEO PT GTS, Joko Driyono, menyatakan bahwa mereka tak akan menoleransi berbagai pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh siapapun yang terkait dalam kompetisi ini. Mereka juga memastikan telah bekerja mengumpulkan fakta kejadian di lapangan.”Kami terima laporan cepat dari match commissioner, pertandingan dihentikan. Status pertandingan akan GTS tetapkan dalam waktu segera mungkin. Termasuk review kinerja panpel secara keseluruhan,” ujarnya memastikan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *